Historee is about everyone's Story

Signup now and Store your Story!

PSSI

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia
http://www.pssi-football.com

Jakarta

This day in Historee 25 May

Boeing Computer Services was founded.

"Star Wars Episode IV: A New Hope" opened and became the largest grossing film to date.

An opinion piece by Vietnam verteran Jan Scruggs appeared in "The Washington Post." The article called for a national memorial to "remind an ungrateful nation of what it has done to its sons" that had served in the Vietnam War.

View all storee on 25 May -›

Today in Historee

HistoreeGuide
Mudah-mudahan semua jelas ya. Nanti akan kami tuliskan lagi keunggulan Historee yang tidak dimiliki oleh sosmed lain. Sekarang, ajak aja teman2 dan keluarga untuk bikin akun di Historee, biar kita bisa saling terkoneksi dan share apa yg terjadi didalam hidup mereka.
HistoreeGuide
Yang paling pojok kanan bawah adalah kolom The latest storeeter. Itu adalah kolom untuk memunculkan sebagian pengguna yang baru saja mendaftar di sosial media ini. Klik saja icon mereka, maka halaman akan berpindah ke Headline milik mereka, nah disitu kamu bisa langsung klik Read. Jika ragy, bisa klik ulang untuk Unread.
HistoreeGuide
Dibawah This day in Historee, ada kolom Today in Historee. Disitu ada 5 baris story baru yg terposting didetik ini juga. Akan terus berganti dg story baru lainnya bila ada pengguna yg menulis dan posting. Tapi untuk melihat semua story yg baru ditulis itu, maka kamu bisa klik View all storee -> Nah disitu halaman Headline kamu akan berubah dg menampilkan semua story terbaru yg baru dutulis, walaupun itu story tentang masa lalu yg tanggalnya disetting oleh pengguna lain.
HistoreeGuide
Dibawah kolom Recommended ada This day in Historee dg tanggal hari ini dikanannya. Itu adalah Pada tangga hari ini ditahun-tahun yg lalu telah terjadi peristiwa yang tercatat di Historee dari akun lain. Dia otomatis mencatat kejadian ditanggal yg sama pada tahun2 lalu. Lihat aja dg cara klik View all storee on 25 May -> itu...
HistoreeGuide
Dibagian kanan kolom ini, yg paling atas adalah akun yg kami rekomendasikan untuk di Read. Klik aja tulisan Read Me, maka otomatis kamu sudah Read akun tsb.
View all storee -›

The latest storeeter


PSSI 22 May 2013 ()
Support Sepakbola Indonesia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dijatuhi hukuman denda 15.000 dollar AS (sekitar Rp 146,358 juta/kurs 1 dollar AS: Rp 9.757) karena mengulangi pelanggaran dalam pertandingan internasional. Demikian pengumuman Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC, Senin (20/5/2013).

Saat menjamu Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia 2015, 23 Maret, suporter Indonesia menyalakan petasan serta melempar botol air. Akibat pelanggaran tersebut, PSSI dikenai denda 10.000 dollar AS. Tambahan 5.000 dollar AS tersebut sebagai akibat terulangnya insiden serupa selama empat pertandingan tahun lalu.

Bukan cuma denda, PSSI pun mendapat peringatan keras dari AFC dengan ancaman harus bermain tanpa penonton jika kejadian serupa terulang lagi selama dua tahun ke depan.

Indonesia menyerah 1-2 ketika menjamu Arab Saudi, yang kini memimpin klasemen sementara Grup C. Kekalahan itu membuat Indonesia hampir pasti tak punya peluang lagi untuk lolos setelah mereka juga kalah dari 0-1 dari Irak pada laga perdana 6 Februari lalu.

Di Grup C, Arab Saudi kokoh di puncak setelah meraih dua kemenangan atas Indonesia dan China. Sementara itu, China dan Irak sama-sama mengumpulkan total tiga poin dan mereka lebih berpeluang meraih tiket menuju putaran final Piala Asia. Indonesia akan melakoni pertandingan ketiga ketika menjamu China, 15 Oktober mendatang.

Dua tim teratas di setiap grup (ada lima grup) dan satu peringkat ketiga terbaik akan bergabung dengan juara bertahan Jepang, tuan rumah Australia, Korea Selatan, dan Korea Utara dalam putaran final.

Selain Indonesia, AFC juga menjatuhkan denda 5.000 dollar AS kepada Brunei Darussalam, yang menarik diri dari AFC Challenge Cup, pada detik terakhir, dengan alasan "situasi yang tak terhindari". Karena itu, AFC mengingatkan Brunei agar memiliki rencana yang lebih bagus di masa mendatang.
PSSI 20 May 2013 ()
Ulah Suporter Indonesia, PSSI Didenda 15.000 Dollar AS

PSSI 14 May 2013 ()
PSSI lewat pelaksana tugas (Plt) sekretaris jenderal PSSI, Tigor Shalomboboy, melaporkan Bob dan Sihar, serta wakil ketua Pengurus PSSI Tingkat Provinsi (Pengprov PSSI) Jawa Timur dan Faisal Yusuf (sekretaris umum Pengprov PSSI Lampung) kepada kepolisian dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Selasa siang (14/5/13) WIB, keempatnya dan sejumlah perwakilan Pengprov PSSI yang lain menyegel kantor PSSI.

PSSI 14 May 2013 ()
Sejumlah Pengurus PSSI Tingkat Provinsi (Pengprov PSSI) didampingi dua anggota Komite Eksekutif PSSI terhukum, Sihar Sitorus dan Bob Hippy, menyegel kantor PSSI. Penyegelan dilakukan dengan menggembok pintu teralis besi, yang melapisi pintu kaca kantor PSSI.

PSSI 07 May 2013 ()
Setelah Sihar Sitorus menuntut ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI pesakitan lainnya, Bob Hippy, mengancam akan melaporkan PSSI ke FIFA.

PSSI berencana membentuk Komite Pemilihan untuk menggantikan enam anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dihukum.

Melalui Rapat Komite Eksekutif (Exco) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2013) WIB, PSSI memutuskan memberikan sanksi larangan beraktifitas di dunia sepakbola nasional selama 10 tahun kepada enam anggota Exco.

Mereka adalah Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Bob Hippy, Tuti Dau, Sihar Sitorus, Widodo Santoso, dan Mawardi Nurdin. Keenamnya dihukum karena melangar asas kepatutan dengan membuat notulensi rapat Exco palsu tertanggal 7 Maret 2013.

Menyikapi hukuman tersebut, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Hadiyandra menyatakan segera dibentuk Komite Pemilihan pada Kongres Tahunan PSSI 15 Juni nanti di Surabaya, Jawa Timur.

Dipaparkan Hadiyandra, Komite Pemilihan itu bertugas menyeleksi calon anggota Exco PSSI baru untuk menggantikan keenam Exco terhukum.

"Kami mengukuhkan posisi Komite Pemilihan pada saat Kongres Tahunan nanti. Untuk proses pemilihan Exco baru akan dilaksanakan pada KLB berikutnya yang tempat dan waktunya akan ditentukan saat Kongres Tahunan," ungkap Hadiyandra.
PSSI 06 May 2013 ()
Ganti 6 Exco Terhukum, PSSI Buat Komite Pemilihan

PSSI memberikan hukuman sanksi larangan berkecimpung dalam sepakbola nasional sealam 10 tahun kepada enam anggota Komite Eksekutif (Exco).

Enam anggota Exco tersebut adalah Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Bob Hippy, Tuti Dau, Sihar Sitorus, Widodo Santoso, dan Mawardi Nurdin.

Diungkapkan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan, hukuman tersebut diberikan PSSI karena keenam anggota Exco tersebut melanggar asas kepatutan karena membuat notulensi rapat palsu.

Seperti diketahui, beredar notulensi palsu rapat Exco PSSI tertanggal 7 Maret 2013 yang ditandatangani tujuh dari 11 anggota Exco PSSI, serta Ketua Umum Djohar Arifin.

Dalam notulensi itu diputuskan bahwa 18 Pengurus Provins (Pengprov) yang dilanda dualisme berhak mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 maret 2013. Namun, notulensi tersebut segera dibantah oleh Djohar Arifin.

"Mereka mengatakan telah mengesahkan soal 18 Pengprov dan Ketum (Djohar) turut serta dalam rapat itu. Dalam perjalanannya, mereka juga melaporkan hasil rapat ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Padahal kenyataannya, Djohar tidak ada di tempat kala itu. Djohar tak sekali pun menandatangani surat soal pengesahan 18 Pengprov," kata Hinca usai rapat antar anggota exco dan Badan Timnas Indonesia (BTN) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2013) WIB.

Hinca juga menyebutan bahwa hukuman ini adalah keputusan definitif (mengikat). Dengan kata lain, Komdis juga memutuskan memecat keenam anggota Exco tersebut.

"Keputusan ini sifatnya definitif. Kita resmi memecat enam Exco. Komdis menjatuhkan sanksi larangan aktif kepada enam Exco tersebut untuk mengikuti kegiatan sepakbola nasional di bawah naungan PSSI selama sepuluh tahun," ia menegaskan.

Hinca Pandjaitan menambahkan Surat Keputusan (SK) mengenai sanksi tersebut sudah diterbitkan dan akan segera didistribusikan oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI.

Komdis PSSI memberikan waktu selama dua minggu kepada enam anggota Exco untuk melakukan banding.

"Sudah diterbitkan dan diteruskan kepada mereka yang bersangkutan. Putusan ini sudah berlaku sejak 8 April lalu. Kami mempersilahkan mereka untuk mengajukan banding maksimal dua minggu setelah putusan ditetapkan," demikian Hinca.
PSSI 06 May 2013 ()
Komdis Hukum 6 Exco PSSI 10 Tahun

PSSI membeberkan bakal membentuk Badan Arbitrase yang akan menyelesaikan kasus dualisme organisasi yang terjadi di daerah-daerah.

Sekjen PSSI, Hadiyandra menjelaskan rencana pembentukan Badan Arbitrase ini merupakan usulan dari anggota Komite Eksekutif (Exco). Rencana tersebut nantinya akan dibahas pada rapat (Exco) di Jakarta pada 6 Mei 2013.

Dia juga menjelaskan fungsi Badan Arbitrase ini tidak tergantung pada Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) ataupun Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI).

"Badan ini akan menyelesaikan masalah organisasi yang ada. Jadi permasalahan yang ada tidak perlu dibawa ke BAKI ataupun BAORI," kata Hadiyandra di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (29/4/2013) kemarin.

Hadiyandra memberi contoh kasus yang nantinya bisa disidangkan oleh Badan Arbitrase PSSI yakni kasus dualisme organisasi yang masih terjadi di daerah-daerah. Namun, permasalahan yang menyangkut pemain tetap diserahkan kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

"Kewenangan Badan Arbitrase tidak sampai menangani kasus pemain," jelas mantan Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi ini.

Selain membicarakan tentang rencana pembentukan Badan Arbitrase, Hadiyandra juga menjelaskan, rapat Exco nanti juga bakal membahas persiapan Kongres Biasa PSSI yang dijadwalkan tanggal 15 Juni 2013 di Surabaya.

"Istilahnya menyiapkan pra kongres serta mematangkan semua agenda yang akan dibahas nantinya," Hadiyandra menuturkan.

Pada kongres nanti kemungkinan akan membahas status enam anggota Komite Eksekutif PSSI yang mendapat sanksi.

PSSI 30 April 2013 ()
PSSI Bakal Bentuk Badan Arbitrase

Ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, optimistis dengan peluang Timnas Indonesia usia muda di kualifikasi kejuaraan AFC, usai melihat hasil drawing di House AFC, Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (26/4/13).

Tim U-16 Indonesia berada di Grup J bersama Jepang, Vietnam dan Filipina. Sementara untuk U-19, Skuad Garuda Muda berada di Grup G bersama Korea, Laos, Guam dan Philipina.

Menurut Johar, yang hadir langsung dalam acara drawing tersebut bersama manajer timnas U-19, John Rumainun, peluang Timnas kian besar karena Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah untuk kedua ajang kualifikasi tersebut.

“Peluang cukup besar. Apalagi untuk Timnas U-19 kita. Kita akan bersaing dengan Korea di Grup G, tanpa memandang remeh tiga tim lain, yakni Laos, Guam dan Filipina," kata ketua umum.

PSSI menjadikan ajang ini sebagai bagian dari proyek mereka untuk membentuk tim yang kuat menuju pentas Piala Dunia di masa yang akan datang. Caranya, dengan meraih hasil baik di Piala Asia 2014 Myanmar.

“Bisa finis di urutan empat Piala Asia, maka mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya akan terwujud,” ia menjelaskan.

John Rumainum juga cukup puas dengan hasil ini. Wakil presiden PT Freeport Indonesia itu siap memfasilitasi segala kebutuhan tim untuk berlatih.

“Kami siap mensuport semua kebutuhan pemain dan pelatih serta ofisial timnas U-19. Tidak masalah sekiranya akan kembali menggelar pelatnas di Timika. Secara kebetulan, fasilitas latihan dan kondisi alam di sana cukup mendukung,” John memungkasi.

PSSI 26 April 2013 ()
PSSI Optimistis dengan Peluang Timnas di AFC Cup

Ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, optimistis dengan peluang Timnas Indonesia usia muda di kualifikasi kejuaraan AFC, usai melihat hasil drawing di House AFC, Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (26/4/13).

Tim U-16 Indonesia berada di Grup J bersama Jepang, Vietnam dan Filipina. Sementara untuk U-19, Skuad Garuda Muda berada di Grup G bersama Korea, Laos, Guam dan Philipina.

Menurut Johar, yang hadir langsung dalam acara drawing tersebut bersama manajer timnas U-19, John Rumainun, peluang Timnas kian besar karena Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah untuk kedua ajang kualifikasi tersebut.

“Peluang cukup besar. Apalagi untuk Timnas U-19 kita. Kita akan bersaing dengan Korea di Grup G, tanpa memandang remeh tiga tim lain, yakni Laos, Guam dan Filipina," kata ketua umum.

PSSI menjadikan ajang ini sebagai bagian dari proyek mereka untuk membentuk tim yang kuat menuju pentas Piala Dunia di masa yang akan datang. Caranya, dengan meraih hasil baik di Piala Asia 2014 Myanmar.

“Bisa finis di urutan empat Piala Asia, maka mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya akan terwujud,” ia menjelaskan.

John Rumainum juga cukup puas dengan hasil ini. Wakil presiden PT Freeport Indonesia itu siap memfasilitasi segala kebutuhan tim untuk berlatih.

“Kami siap mensuport semua kebutuhan pemain dan pelatih serta ofisial timnas U-19. Tidak masalah sekiranya akan kembali menggelar pelatnas di Timika. Secara kebetulan, fasilitas latihan dan kondisi alam di sana cukup mendukung,” John memungkasi.

PSSI 26 April 2013 ()
PSSI Optimistis dengan Peluang Timnas di AFC Cup

PSSI terus berbenah untuk meningkatkan kualitas kompetisinya. Gebrakan terbaru yang akan dibuat federasi sepak bola nasional itu adalah mendatangkan perangkat pertandingan dari luar negeri.

Ketidaktegasan perangkat pertandingan, termasuk wasit, sudah lama menjadi sorotan dalam sepak bola nasional. Belum lagi tindak kekerasan dari pemain terhadap wasit. Kedua hal ini dinilai saling berkaitan dan solusinya hanya satu: membentuk korps wasit yang tegas dan adil.

PSSI saat ini masih kekurangan wasit lokal berkualitas untuk memimpin kompetisi domestik, baik Liga Super Indonesia (ISL) maupun Liga Primer Indonesia (IPL). Karena itu, PSSI berencana menggunakan tenaga wasit dari mancanegara.

“Paruh kedua kompetisi kita akan pakai wasit asing, dari Asia Tenggara. Kita bisa rekomendasi ke AFC,” kata Ketua Komite Wasit PSSI Rouberto Rouw kepada wartawan di Kantor PSSI Senyan, Jakarta, Jumat (26/4/13).

“Nanti kedepannya kita akan pakai syarat-syarat yang ketat untuk wasit-wasit itu, mana-mana yang bisa dipakai. Supaya tidak ada masalah seperti yang telah terjadi di lapangan selama ini,” ia menjelaskan.

Robertho menjelaskan bahwa total jumlah perangkat pertandingan yang dimiliki PSSI saat ini sekitar 1000 personel yang memimpin di berbagai kasta, mulai amatir hingga profesional tertinggi.

Penggunaan wasit asing ini diharapkan bisa mendorong wasit lokal untuk meningkatkan kualitasnya. Di masa mendatang, PSSI berharap Indonesia sudah memiliki wasit berkualitas dengan jumlah yang cukup untuk memimpin seluruh pertandingan domestik, bahkan dipercaya untuk memimpin laga internasional.

Komisi Disiplin PSSI sudah mengeluarkan sedikitnya dua keputusan menyangkut wasit dalam sepekan terakhir.

PSSI 26 April 2013 ()
PSSI Gunakan Wasit Asing di Paruh Kedua Musim Ini

PSSI siap bertindak tegas kepada siapa saja bagi pesepak bola yang anarkis di lapangan hijau. Hal itu dilakukan demi memperbaiki sistem persepak bolaan di tanah air.

Contoh terbarunya yakni penjatuhan hukuman kepada penyerang Persiwa Wmena, Pieter Rumaropen. Akibat memukul wasit Muhaimin di pertandingan Persiwa dikalahkan 2-1 oleh Pelita Bandung Raya (PBR), Pietar dijatuhi hukuman larangan bermain seumur hidup.

Menanggapi keputusan itu, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin mendukungnya sebagai langkah untuk memajukan sepak bola di Indonesia agar terjauh dari kericuhan di atas lapangan.

“Saya mendukung keputusan Komdis (Komisi Disiplin) PSSI yang menjatuhkan hukuman kepada Pieter. Itu juga sebagai pelajaran bagi tim-tim lainnya agar bisa mengontrol emosi para pemain,” beber Djohar di Kantor PSSI, Kamis (25/4/2013).

“Kita sudah tidak bisa main-main lagi. Fair play harus ditegakkan di setiap pertandingan. Semua pemain harus menunjukkan permainan yang sportif,” dia menambahkan.

Dia menegaskan tidak memberi toleransi kepada pemain yang bertindak anarkistis, sekalipun itu pemain yang sudah mempunyai nama di kancah sepak bola Indonesia.

“Kalau ada pemain yang seperti itu lagi, maka tidak akan ada toleransi baginya,” ucap dia lagi.

Lebih lanjut, dia mengimbau wasit berlaku adil dalam memimpin pertandingan agar insiden pemukulan seperti itu tidak terjadi lagi.

“Wasit harus menjadi penengah supaya adil agar kejadian serupa tidak terulang,” Djohar menutup.

PSSI 25 April 2013 ()
PSSI Ultimatum Pemain yang Anarkistis

PSSI berjanji akan mengusut dugaan kasus pengaturan skor yang melibatkan Persibo Bojonegoro di ajang AFC Cup. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin siap menginvestigasi kasus tersebut hingga tuntas.

Tuduhan pengaturan skor itu terjadi ketika Persibo dibantai 8-0 menghadapi tim Hongkong, Sunrey Cave FC Sun Hei. Ketika itu Persibo hanya membawa 12 orang karena sedang mengalami krisis finansial.

AFC dan PSSI pun mencurigai Persibo telah melakukan pengaturan skor. Namun Persibo membantahnya dan berdalih kejadian itu memang disebabkan oleh krisis finansial yang sedang mereka alami.

Untuk mengusut kasus tersebut, Komisi Disiplin PSSI akan terbang ke Myanmar pada Jumat (26/4/2013) untuk keperluan investigasi, melengkapi dan menemukan fakta-fakta lainnya.

"Ada kecurigaan dari AFC (badan federasi sepakbola Asia) terkait dengan adanya suap,match fixing (pengaturan skor pertandingan). Makanya kami mengirim tim investigasi berharap bisa terbongkar," ungkap Djohar di kantor PSSI, Kamis (25/4/2013) siang.

PSSI selaku induk organisasi sepak bola di Indonesia hanya mempunyai kewenangan menjatuhkan sanksi yang bersifat keorganisasian, misalnya menonaktifkan keanggotaan klub dan pemain serta sanksi administratif lainnya.

"Tapi kalau memang nanti ditemukan ada pelanggaran lain seperti merugikan negara, bangsa, tentu kita akan laporkan ke polisi (pidana). Kita kan punya hak untuk melapor," tukas Djohar.

PSSI 25 April 2013 ()
Investigasi Persibo, PSSI Kirim Komdis ke Myanmar

Masih dalam rangkaian acara HUT PSSI ke-83, rencananya kantor PSSI dan media center akan direnovasi. Hal ini dilakukan demi kenyamanan terutama untuk para wartawan yang bekerja di lingkungan PSSI.

Beragam acara digelar dalam HUT PSSI ke-83 yang jatuh hari ini, 19 April 2013. Mulai dari doa bersama anak yatim, pemotongan tumpeng hingga penyerahan simbolis berupa helm sebagai tanda dimulainya proses renovasi kantor dan media center PSSI.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menyambut positif rencana tersebut. Roy menegaskan kenyamanan wartawan memang harus diperhatikan.

"Saya berharap media center bisa lebih memadai dan nyaman. Saya sempat berkunjung ke Stadion Wembley di Inggris dan Amsterdam Arena di Belanda. Mereka memiliki media center yang sangat bagus," kata Roy.

"Media center harus bisa menjadi pusat informasi cepat untuk para wartawan sehingga membantu mereka dalam menjalankan tugasnya. Wartawan sangat berperan dalam kemajuan PSSI itu sendiri," ujarnya.
PSSI 19 April 2013 ()
Kantor dan Media Center PSSI Akan Direnovasi

Dalam rangka HUT PSSI ke-83, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk fokus pembinaan pemain-pemain muda.

Tahun ini Indonesia berada di peringkat FIFA paling buruk dalam sejarah, yakni posisi 170. Dalam perayaan HUT PSSI ke-83 kali ini, Djohar menegaskan bahwa posisi itu tak boleh terjadi. Ia dan PSSI akan berusaha sekuat tenaga memajukan prestasi sepak bola Indonesia di masa depan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan PSSI adalah dengan fokus pembinaan pemain muda. Menurutnya, para pemain muda itu nantinya akan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.

"Kami sangat serius membangun sepak bola Indonesia. Kami juga serius membina sepak bola usia dini. Kita tak boleh berada di peringkat FIFA saat ini. Ada banyak talenta bagus di seluruh Indonesia. Semoga kami bisa menemukan bibit-bibit tersebut dan membinanya jadi pemain handal," kata Djohar, dalam pidatonya menyambut HUT PSSI di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (19/4/2013) malam WIB.

Penampilan Indonesia di level ASEAN semakin melorot. Bahkan, peringkat Tim Merah Putih berada di bawah negara-negara seperti Filipina, Laos dan Myanmar.

"Kami terus berharap dengan adanya pembinaan pemain usia dini, Indonesia bisa memperbaiki peringkat dan berbicara bukan hanya di level Asia, tapi juga dunia," ia menandaskan.
PSSI 19 April 2013 ()
Djohar Tegaskan Komitmen PSSI Bina Pemain Muda

PSSI 19 April 2013 ()
PSSI menunjuk Jacksen F. Thiago sebagai pelatiih kepala Timnas Senior Indonesia. Klub tempat Jacksen bekerja, Persipura Jayapura, memberikan dukungan penuh terhadapnya. Jacksen ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas senior Indonesia melalui hasil rapat Badan Tim Nasional (BTN), Kamis (18/4/2013) WIB. Ketua BTN La Nyalla Mattalitti menegaskan ditunjuknya Jacksen sebagai pelatih merupakan jalan tengah untuk mengakomodir keinginan PSSI.

PSSI 19 April 2013 ()
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, hadir dalam acara Ulang Tahun PSSI ke-83 yang digelar di VIP Barat Stadion Utama Gelora Bung Karno. "Hari ini, 19 April bertepatan dengan ulang tahun PSSI yang ke-83. Tahun 1930 lalu, almarhum Soeratin mendirikan PSSI. Kita harus meneruskan semangat para pendiri serta mengangkat harkat dan martabat bangsa," ujar Djohar kepada wartawan di VIP Barat Stadion GBK.

PSSI 19 April 2013 ()
Hari ini, Jumat (19/4/2013), PSSI merayakan hari jadinya yang ke-83. Beragam acara digelar dalam perayaan tersebut. Kemarin, Djohar dan rekan-rekan media mengunjungi makam pendiri PSSI, Soeratin, di Bandung, Jawa Barat.
DJ QQ Selamat ultah PSSI, semoga jaya selalu
Sepakbola Congrats!!!!

PSSI 18 April 2013 ()
Masalah tunggakan gaji yang dialami mantan pelatih Timnas Indonesia Senior, Nil Maizar, akhirnya rampung. Nil mengaku PSSI sudah menyelesaikan tunggakan gaji tersebut.

thumbnail Cobalah bertanya pada anak-anak kecil yang senang bermain sepakbola. Jika suatu saat mereka jadi pemain bola dan terpilih mewakili timnas, apa mimpi mereka? Tentu rata-rata akan menjawab: "membawa timnas ke Piala Dunia!"

Mimpi untuk berlaga di ajang tertinggi antar negara di dunia itu kini memang seakan jadi satu-satunya puncak pencapaian prestasi suatu negara, terutama di Indonesia. Tidak sreg rasanya jika tidak mentargetkan "masuk ke Piala Dunia tahun XXXX" dalam setiap program pembinaan pemain usia muda. Kalau tidak 2022, ya 2026. Atau, paling banter, ya 2030. Pokoknya bakat-bakat terbaik negri ini harus tampil bersama-sama pemain kelas dunia
lainnya. Bagaimanapun caranya.

Tapi, kali pertama Indonesia, atau Hindia Belanda, mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan tim ke Piala Dunia, PSSI menanggapinya dengan dingin. Biasa saja.

Terpilih Mewakili Asia

Kesempatan untuk mencicipi panggung internasional pertama kalinya datang pada 1938, atau pada Piala Dunia ketiga. Saat itu Asia jadi benua yang belum pernah mengirimkan wakilnya ke kompetisi ini dalam dua penyelenggaraan sebelumnya.

Undangan sendiri sebenarnya dikirimkan oleh FIFA pada NIVU, organisasi yang resmi tercatat sebagai bagian FIFA untuk mewakili Hindia Belanda (bukan Indonesia). FIFA pun kemudian menunjuk Karl Lostji sebagai penanggung jawab penyusunan timnas Hindia Belanda.

Perihal Hindia Belanda yang mendapat undangan dari FIFA, ada dua versi tentang alasan di belakang undangan ini. Pertama adalah karena Hindia Belanda dinilai memiliki armada laut yang cukup tangguh, sehingga memungkinkan untuk pergi ke benua Eropa. Memang, di awal-awal penyelenggaraan Piala Dunia, banyak negara yang tak sanggup untuk mengikuti karena harus menempuh ganasnya perjalanan lewat laut.

Sementara versi kedua adalah karena Belanda mengirim timnasnya ke Prancis. Mungkin sekali Belanda melobi FIFA untuk dapat mengirimkan timnya yang kedua, walaupun berasal dari negara jajahannya. Apalagi NIVU memang sudah terdaftar sebagai anggota resmi FIFA.

Piala Dunia 1938 sendiri sarat dengan aroma politis dan kental dengan sikap tarik ulur antara anggota FIFA saat itu. Di era tersebut, sepakbola, dan mayoritas olahraga lainnya, memang sering digunakan sebagai alat propaganda. Hasil dari pertandingan-pertandingan internasional dilihat bukan hanya sebagai refleksi dari skill atau tingkat kemampuan sepakbola suatu negara, tapi juga cerminan dari kondisi sosio-politik dan kekuatan negara tersebut.

Tak heran jika Benito Mussolini sampai mengirimkan pesan singkat "menang atau mati" pada timnas Italia yang akan berjuang di final Piala Dunia 1938 melawan Hongaria. Atau lihat bagaimana Inggris yang menarik dirinya dari semua ajang Internasional karena tak ingin dijadikan alat propaganda negara manapun. Jerman sendiri sempat "diasingkan" dari semua turnamen internasional (termasuk diantaranya Olimpiade) oleh lawan-lawannya di Perang Dunia I.

Karena itu undangan untuk Hindia Belanda mengikuti turnamen ini pun sejatinya tak mungkin lepas dari campur tangan pemerintah Belanda dalam melakukan lobi pada FIFA.

NIVU Menjahili PSSI

Sejalan dengan isi Gentlemen Agreement, timnas Hindia Belanda sendiri mulanya akan dibentuk melalui perwakilan dari PSSI dan NIVU. Pemain-pemain akan dipilih melalui turnamen segitiga yang mempertemukan 2 tim dari NIVU dan satu tim PSSI. Di samping itu, NIVU juga akan memberikan kesempatan bagi kesebelasan PSSI untuk bertanding melawan tim luar negeri yang didatangkan ke Indonesia, yaitu Nan Hwa.

Di Semarang pada 7 Agustus 1937, untuk pertama kalinya timnas yang mewakili Indonesia (PSSI) terbentuk dan bertanding melawan tim internasional lainnya. Namun, karena masih berlangsungnya kompetisi internal PSSI, timnas saat itu hanya diwakili oleh pemain dari Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan PSIT Cirebon. Tak heran ada yang menjuluki timnas saat itu sebagai "PSSI Jawa Tengah".

Walau berhasil menahan imbang Nan Hwa 2-2 dalam pertandingan itu, pada akhirnya NIVU melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Pemain-pemain timnas yang terpilih untuk mewakili Hindia Belanda hanyalah mereka-mereka yang berafiliasi pada NIVU saja. Bendera yang dipakai pun bendera NIVU.

PSSI kemudian menolak cara-cara ini dan tak mau bergabung dalam bendera Hindia Belanda di Piala Dunia. [baca artikel mengenal "Gentlemen Agreement”]

Dinginnya Tanggapan dari PSSI

Berubahnya sikap NIVU terhadap seleksi pemain timnas ini, menimbulkan berbagai reaksi di kalangan PSSI dan pihak-pihak lainnya. Ada yang mendesak PSSI untuk 'menagih' janji NIVU, namun ada pula yang meminta PSSI untuk tidak menindaklanjuti konflik ini.

Namun PSSI menanggapi dorongan-dorongan untuk tetap pergi ke Piala Dunia ini dengan dingin. Melalui artikel yang diterbitkan oleh Majalah Olah Raga edisi Desember 1937, PSSI menyatakan bahwa isu (ke Piala Dunia) bukanlah suatu yang hangat. Bahwa membangun organisasi dengan "Semangat Segala Sendiri" tetap jadi tujuan utama. Sikap terhadap dunia internasional pun belum waktunya untuk ditunjukkan.

Bahkan PSSI beberapa bulan kemudian kembali secara tegas menyatakan sikapnya dalam artikel yang diterbitkan di Majalah Olah Raga edisi Februari 1938. "Telah saja bantah soeara soeatoe pihak yang menanyakan sikap PSSI? Soedah saya djawab: biasa!

Hal ini bukan berarti tidak adanya keinginan dari pihak PSSI untuk mengirimkan "Pahlawan XI", istilah yang digunakan untuk menyebut timnas saat itu, ke Olimpiade atau Piala Dunia. Tetapi keinginan itu dibendung oleh keadaan yang nyata. Bahwa kondisi rumah tangga saat itu belum sempurna.

"Bereskanlah dahoeloe roemah tangga, kemudian menindjau keluar" jadi satu semboyan yang dianut oleh PSSI.

Perkataan itu sendiri keluar dari mulut Dr. Bauwens seorang ahli asal Jerman dan wasit internasional terkemuka pada jamannya. Bauwens juga jadi orang yang telah memobilisasi pemuda untuk memulihkan kondisi sepak bola Jerman pasca perang besar Eropa dan kondisi persepakbolaan Jerman terlantar.

Bahwa semboyan Bauwens kemudian dijadikan pijakan untuk melangkah oleh PSSI menunjukkan keinginan untuk merapihkan organisasi sebagai tugas yang penting. PSSI sendiri kemudian menepati ucapannya. Dari 1931 hingga 1941 terhitung 11 kompetisi berhasil dilaksanakan oleh PSSI tanpa terhenti setahunpun.

Siapa yang Terpilih?

Meski tidak mengikutsertakan pemain-pemain PSSI, para pemain NIVU yang memperkuat kesebelasan Hindia Belanda ke Perancis sebenarnya kebanyakan adalah kaum bumiputera. Hanya saja mereka umumnya bekerja di perusahaan-perusahaan milik Belanda.

Disebutkan dalam buku "70 Tahun PSSI: Mengarungi Milenium Baru", bahwa nama-nama yang tercatat dan sekaligus menjadi pemain inti yang diturunkan bertanding di Prancis adalah: Bing Moheng (kiper), Herman Zomers, Isac Pattiwael, Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Djien, Samuels, Soedarmadji, Anwar Sutan, Frans Meeng, dan kiri luar Nawir yang juga merangkap sebagai kapten.

Perjalanan NIVU ke Perancis sendiri bukannya tanpa keberuntungan. Di tingkat penyisihan Asia, Jepang, yang semestinya jadi lawan Hindia Belanda mengundurkan diri karena adanya perang Asia Timur. Sementara itu, Amerika Serikat yang jadi lawan berikutnya pun menyerah tanpa bertanding. Timnas Hindia Belanda pun dinyatakan menang 5-0 atas Amerika. Jadilah kesebelasan Hindia Belanda tampil di Prancis tanpa sekalipun bertanding di babak penyisihan.

Namun keberuntungan ini "habis" saat timnas Hindia Belanda menjejakkan kakinya di benua Eropa. Di putaran awal (babak 16 besar --peserta yang ikut hanya 15 negara sehingga tidak ada fase grup), mereka langsung bertemu tim asal Eropa Timur, Hongaria. Tim inilah yang jadi cikal-bakal dari sebuah tim yang kelak akan menggegerkan dunia sepakbola dengan permainannya yang memukau: wunderteam. Hongaria kemudian menang cukup mudah atas Hindia Belanda dan mencetak enam gol tanpa balas.

Hungaria sendiri kemudian menang atas Swiss 2-0 di perempat final, dan membantai Swedia 5-1 di babak semi final. Namun, mereka lalu kalah dari timnas Italia di partai puncak, dan "menyelamatkan" timnas Italia dari ancaman Mussolini.

Walau singkat, pengalaman bermain di Piala Dunia itu memiliki bekas yang mendalam bagi para pribumi yang ikut terpilih di timnas Hindia Belanda. Salah satunya adalah Isaac Pattiwael, pemain yang menempati posisi kanan dalam.

"Pertandingan melawan Hungaria itu suatu pengalaman besar dan tidak bisa saya lupakan. Paling tidak, saya boleh bilang sekarang saya orang pribumi yang pernah main di putaran final Piala Dunia. Bukan cuma babak penyisihan. Kedengarannya memang sombong. Tapi itu yang betul-betul terjadi," ujar Isaac bangga.

Nyaris 75 tahun kemudian, walau tidak membela bendera Indonesia, Isaac masih jadi satu-satunya pribumi yang berlaga di Piala Dunia. Bedanya dulu PSSI masih bisa berkelit di balik alasan "demi kerapihan kompetisi dan organisasi". Kalau kini?

=====

*Akun Twitter penulis: @aqfiazfan dari @panditfootball
PSSI 16 April 2013 ()
Sejarah PSSI (Bagian 7): PSSI Tak Antusias Ikut Piala Dunia 1938
Done in 1.08680 seconds.